:) vs :)
Mereka baik, mereka punya senyum yang sama
.
Gak ada yang lebih menyenangkan selain diberi support. Apalagi kalo datangnya dari orang yang (kita tau) baik sama kita.
.
Masalahnya adalah;
Apakah support yang kita terima, benar-benar sebuah dukungan (yang baik) untuk kita?
.
Atau cuma support formalitas yang diberikan supaya kita senang… Supaya kita merasa didukung. Alias peresss… Hehe…
.
Hati-hati menerima senyuman yang diberikan ke kita. Pastikan senyuman itu senyum yang bener-bener membuat terdukung. Dan bukan senyum buatan.
.
Pada saat inilah mereka yang peres jadi orang yang sangat berbahaya, mereka kadang terlihat sebagai orang yang sangat supportive, dan terkesan menjadi orang yang bisa menerima kita apa adanya.
.
Sebenernya perlu buat kita, membedakan apakah seseorang itu bener-bener menerima kita apa adanya, ataukah dia hanya peres?
.
Menurut gw, caranya cukup sederhana; orang yang bener-bener menerima kita apa adanya KADANG akan bilang “TIDAK”.
.
Sedangkan orang yang peres, akan SELALU bilang “IYA”. Apapun yg kita lontarkan.
.
Buat gw, orang-orang yang bisa tegas bilang “tidak” ke gw adalah keluarga, sahabat terutama my girls – The Glues. Mereka selalu bilang “tidak” kalo memang yang gw pikirkan salah. Kalau memang suatu hal itu sebaiknya gak gw lakukan.
.
Hebatnya, orang-orang yang gw sebutin di atas, bisa berkata “tidak”, sambil tersenyum.
.
Karena kadang-kadang orang yang benar-benar menerima kita apa adanya, lebih tau apa yang baik untuk kita.
.
Jadi, pilih mana? Jawaban “tidak” tapi tulus, atau jawaban “iya” tapi peres?
.






